MUI PELINDUNG DAJJAL HITAM

Narasumber

Narasumber: Drs. KH. Jalal Amirullah,MAg (ketua forum kajian Al-Qur’an)

Jakarta 5 Juli 2010, Sebelumnya saya ucapkan selamat atas munculnya gagasan baru dari TPFK Indonesia yang telah berani menuangkan aspirasi dan rasa kekecewaan dari berbagai lapisan masyarakat terhadap berbagai macam tindakan-tindakan negatif yang telah dilakukan oleh seorang habib Abdurrahman Assegaf beserta pengikutnya.

Segala puja dan puji kehadiran Allah SWT, shalawat dan salam ditujukan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya.

Sejujurnya saya atas nama Forum Kajian Al-Quran (FKA) sangat bersyukur sekali dengan adanya website TPFK Indonesia yang memiliki peran penting didalam mewadahi beragam keluhan dari adanya rasa ketidakadilan yang selama ini terjadi ditengah-tengah masyarakat luas dari akibat perbuatan biadab seseorang yang bergelar habib. Saya mengutuk keras perbuatan biadab habib Abdurrahman assegaf yang secara langsung dan terang-terangan telah melecehkan umat islam karena ia menginjak-injak kitab suci Al-Qur’an yang mulia.

Sebenarnya peristiwa penginjakan kitab suci Al-Qur’an yang dilakukan oleh habib Abdurrahman Assegaf, seperti yang telah dituliskan oleh bapak Dadang Kurniawan-Parung Bogor di website TPFK Indonesia , bukanlah suatu hal yang baru, saya dan teman-teman pernah menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana si habib memperlakukan kitab suci Al-Qur’an yang telah ia rendahkan dan diperhinakan dengan secara sengaja.

Pada tanggal 16 Juli 2007 hari jumat ba’da shalat ashar, saya bersama 14 orang pengurus Forum Kajian Al-Qur’an tengah berada didalam masjid istiqlal untuk melakukan kajian dan bahasan mengenai kitab suci Al-Qur’an dari ayat per ayat. Hal seperti ini memang biasa kami lakukan sekali dalam sebulan didalam masjid istiqlal setelah ba’da shalat ashar. Kami semua terkejut ketika habib Abdurrahman Assegaf dengan tiba-tiba datang diruangan dimana kami sedang berkumpul.

Kedatangan habib ditemani oleh tiga orang lelaki sambil menghisap rokok dan senyum-senyum. Habib dan ketiga orang lelaki tersebut berdiri memandangi kami yang sedang duduk dilantai masjid. Pada saat itu saya sempat menegurnya, agar ia dan teman-temannya untuk membuka alas kaki, karena sungguh tidak pantas menggunakan alas kaki didalam masjid.

Sepertinya teguran saya itu tidak digubris, bahkan ia dan tiga orang temannya toleh sana toleh sini sambil dalam keadaan merokok didalam masjid. Melihat sikap habib seperti itu, kami pun menjadi tidak senang, mereka seperti tidak memiliki tata krama dan kesopanan. Pada awalnya saya sendiri tidak kenal dengan si habib tersebut, tetapi beberapa orang teman-teman saya ada yang mengenali mereka, dan mereka memberitahukan kepada saya,bahwa orang itu adalah habib Abdurahman Assegaf dari parung-Bogor yang pernah mengobrak –abrik ahmadiyah dan yang satunya lagi bernama H.M. Amin Djamaluddin, Ketua Umum LPPI (Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam).

Si habib dan teman-temannya terus memperhatikan kami, lalu ia berkata:”ente lagi pade ngapain disini..?”

Saya pun akhirnya berdiri sambil memegang kitab suci AlQur’an dan menghampirinya. Jawab saya:  “kami sedang melakukan pengkajian tentang ayat-ayat suci Al Qur’an”

Habib: “emangnye ade ape di AlQur’an, pake dikaji-kaji segale? (dengan nada ketus)”

Saya jawab: “agar kami sebagai umat islam lebih memahami dari niai-nilai kesucian dengan apa yang Allah perintahkan melalui kitab suci Al-Qur’an.”

Habib: “ni..yang begini kerjaannye si tukang bid’ah (sambil menoleh kearah temannya). cobe ane liat kitab ente…”

Lalu saya berikan kitab Al-Qur’an tersebut yang diterimanya dengan tangan kiri yang tengah memegang rokok menyala, karena tangan kanannya memegang tongkat yang kemudian ia serahkan tongkat tersebut kepada salah seorang lelaki yang datang bersamanya. Tiba-tiba kitab Al Qur’an yang dipegang ditangan kirinya habib jatuh ke lantai dan kakinya langsung menginjak kitab suci Al-Qur’an dengan berkata: “wah keinjek nih…”

Pada awalnya kami menganggap peristiwa itu tidaklah disengaja oleh si habib, akan tetapi ketika saya ambil kembali kitab itu dan dipinta kembali oleh si habib yang kemudian dipegangnya dengan tangan kiri, entah kenapa kitab itu terlepas dari tangan kiri si habib dan jatuh dilantai masjid, seperti yang pertama, kaki kirinya si habib menginjak kembali kitab suci Al-Qur’an itu, bahkan kaki kanannya ikut menginjak pula. sambil senyum-senyum ia berkata: “wah keinjek lagi nih..”

Saya dan teman-teman akhirnya sadar bahwa si habib ini memang sengaja melakukan injakan dengan kakinya pada kitab suci Al-Qur’an dan bukannya tidak disengaja.

Teman-teman saya yang tadinya duduk memperhatikan prilaku si habib, akhirnya mereka berdiri dan menghampirinya dengan wajah marah karena merasa diledek. Salah seorang teman saya yang bernama Muhammad Ichsan, dengan tanpa banyak cakap lagi, ia langsung memukul wajah si habib sampai jatuh terjungkal di lantai masjid.

Teman-teman si habib berusaha membangunkan tubuh si habib, lalu mereka bertiga mengamuk dan melakukan balasan untuk menyerang kami dengan cara membabi buta, kami pun tidak tidak tinggal diam dan melakukan perlawanan pula, apalagi jumlah kami lebih banyak dari mereka. Suasana didalam masjid menjadi hiruk pikuk, dan pada saat itu muncullah dua orang laki-laki yang langsung melerai kami, akhirnya kami semua meredam kemarahan kami.

Dua orang laki-laki yang melerai kami ternyata adalah orangnya Majlis Ulama Indonesia (MUI) yang kebetulan sedang tugas jaga (stand by) di kantor MUI-masjid istiqlal. Mereka berdua menanyakan duduk permasalahan yang menjadi penyebab keributan tersebut, lalu saya ceritakan tentang bagaimana si habib Abdurrahman Assegaf menginjak-injak kitab suci Al-Qur’an dengan secara sengaja dengan disaksikan teman-teman saya. Ketika si habib-pun ditanyakan, ia tidak mengakui bahwa dirinya telah menginjak kitab suci Al-Qur’an kepada kedua orang MUI tersebut, dan ia mengatakan bahwa itu semua hanyalah fitnah belaka.

Akhirnya setelah kami menyatakan bahwa kami semua telah menyaksikan perbuatan habib yang menginjak kitab suci Al-Qur’an kepada kedua orang MUI tersebut, dan kamipun siap diambil sumpah. Si habib-pun bersedia di sumpah bahwa dirinya tidak menginjak kitab Al-Qur’an; “ane berani disumpe ame Al-Qur’an bahwa ane enggak nginjek kitab Al-Qur’an..”. Ucapan si habib didukung oleh HM Amin Djamaluddin dengan mengatakan kepada orang MUI tersebut: “ini fitnah…jangan didengar! Karena saya tidak melihat habib menginjak kitab suci Al-Qur’an. Kalian semua tahu siapa saya…? Saya ini ketua umum Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam, mana mungkin saya membiarkan habib melakukan hal seperti itu..” Akan tetapi dikarenakan persaksian kami lebih banyak dari mereka dan akhirnya setelah kami desak si habib mengakui perbuatannya itu, tetapi dengan mencak-mencak dan wajah yang terlihat marah bahkan dihadapan orang MUI itu sendiri, si habib dan si Amin Djamaluddin berikut seorang temannya dengan secara sengaja menendang-nendang kitab Al-Qur’an yang diikuti oleh teman-temannya.

Sebenarnya pada waktu kejadian itu kami memiliki keyakinan bahwa pihak MUI akan membela kami dan menyalahkan pihak si habib. Tetapi diluar dugaan kami, pihak MUI malah menyudutkan dan menyalahkan kami, dengan alasan bahwa pihak kamilah yang bersalah karena telah melakukan pemukulan hanya dikarenakan si habib menginjak kitab suci Al-Qur’an. Kami pun dibuat kecewa dengan adanya keberpihakan yang sangat tidak adil itu, dan tentu saja membuat kami bertanya-tanya tentang adanya kedekatan hubungan antara si Habib dengan pihak MUI.

Lebih parahnya lagi, pihak MUI hanya berdiam diri saja ketika si habib dan tiga orang teman-temannya menendang-nendang kitab suci Al-Qur’an yang tergeletak di lantai masjid sambil mengeluarkan kata-kata kotor lalu mereka pergi keluar dengan wajah yang masih kelihatan marah. Setelah si habib dan teman-temannya keluar, kami membenahi kitab-kitab suci  Al-Qur’an, dan kami melakukan protes terhadap dua orang pengurus MUI tersebut dengan melakukan teguran, kenapa mereka berdua tidak memberikan sangsi keras kepada pihak si habib yang telah menginjak-injak kitab suci Al-Qur’an. Mereka hanya menjawab, bahwa seharusnya kamilah yang bersyukur karena pihak Habib tidak melakukan tuntutan hukum dari akibat pemukulan atas dirinya.

Jawaban dari kedua orang MUI tersebut benar-benar telah mencengangkan kami semua karena mereka berdua sepertinya lebih fokus dan lebih cenderung kepada peristiwa pemukulan daripada nilai-nilai kesucian kitab Al-Qur’an yang telah diinjak-injak oleh pihak habib. Seharusnya kedua orang MUI tersebut tidak bertindak dan bersikap seperti demikian,karena bukankah lembaga MUI yang selama ini didengungkan bahwa para ulama yang berada didalamnya merupakan panutan bagi seuruh umat islam yang bersifat proaktif didalam membela umat islam dari rasa ketidakadilan yang mereka alami, tetapi pada kenyataannya tidaklah seperti apa yang mereka dengungkan tersebut.

Dari semenjak peristiwa itu, kami tidak pernah menginjakkan kaki kami lagi dimasjid istiqlal, dan kami mengutuk si habib dajjal hitam dan MUI yang sudah jelas-jelas mereka berdua melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana kitab suci Al-Qur’an diinjak-injak oleh habib Abdurrahman Assegaf dan teman-temannya, tapi mereka hanya diam saja dan tidak mengambil tindakan atas perbuatan biadab dari si habib dajjal hitam itu. Kini kami menganggap bahwa MUI tidaklah sesuci dan semulia yang orang kira. Mereka adalah para ulama yang senang mengeruk keuntungan duniawi dengan menjual agama dan keimanan mereka sendiri. Semoga mereka beserta keturunannya mendapatkan azab dari Allah SWT, karena mereka telah menjadi pelindung dari dajjal hitam dan mendiamkan kemungkaran terjadi dihadapan mereka.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s