HUBUNGAN TERSELUBUNG HABIB ABDURRAHMAN ASSEGAF DENGAN PARA TERORIS!

Narasumber

Narasumber:H.Muhammad Iqbal,S.Ag,M.Ag (ketua ikatan riyadlush shalihin)

Jakarta, 10 September 2009

Ketika membaca komentar dari Bapak Fauzan Al-Anshari, Ketua Gerakan Nasional Anti Terorisme (GNAT) yang tertulis pada website www.hidayatullah.com. Saya (Muhammad Iqbal) sangat setuju sekali dengan apa yang dikomentari oleh bapak fauzan tersebut. Saya pun menaruh kecurigaan kepada habib Abdurrahman assegaf tentang keterlibatannya dengan jaringan terorisme di Indonesia ini. Saya pun sebagai umat islam dan warga Negara yang baik yang patuh akan hukum yang berlaku mulai bertanya-tanya, “kok kenapa pihak polri tidak menangkap habib ini? Padahal sudah jelas dan sudah diketahui public, betapa dekatnya ia dengan jaringan terorisme.”

Bukti-bukti yang akurat mengenai kedekatan habib Abdurrahman assegaf dengan jaringan terorisme sudah cukup banyak, tetapi kenapa aparat kepolisian sepertinya menutup mata dan telinga dengan semua hal tersebut? Saya sebagai orang awam, sangat berharap sekali agar pihak polri tidak melakukan manipulasi dan pembodohan public dengan adanya rekayasa terorisme di NKRI ini.

Alhamdulillah puji dan syukur kepada Allah SWT, kecurigaan saya terjawab ketika saya berkenalan dengan salah seorang yang sangat dekat dengan habib Abdurrahman assegaf yaitu yang bernama ustadz Abdul syukur (mantan anggota jamaah islamiyyah yang sudah insyaf). Ia mengatakan bahwa maraknya aksi terorisme di negeri ini adalah upaya penguasa untuk mengalihkan perhatian publik dari suatu permasalahan ke permasalahan lainnya. Pada intinya semua aksi terorisme yang terjadi di NKRI ini adalah rekayasa semata dan suatu bentuk konspirasi antara penguasa dengan pihak polri untuk demi mengukuhkan jabatan kekuasaannya.

Ia (ustadz abdul syukur) menambahkan, bahwa umat islam di Indonesia ini sudah menjadi target bagi para penguasa amerika secara turun temurun. Oleh sebab itu, untuk menggemboskan atau agar terjadi perpecahan antar umat islam di Indonesia, penguasa yang memang sudah berkiblat ke amerika, mempunyai misi terselubung dengan membuat isyu terorisme.

Pada masa bapak da’I bachtiar masih menjabat kapolri, aksi terorisme itu benar-benar ada. Tetapi, pada masa polri dipegang oleh bapak Bambang Hendarso Danuri, aksi terorisme yang terjadi hanyalah rekayasa semata dengan tujuan agar umat islam menjadi tidak nyaman, resah dan tidak mengkritisi kinerja pemerintah.

Kecurigaan saya akan adanya konspirasi antara pihak polri dengan penguasa mengapa habib Abdurrahman assegaf tidak diciduk, adalah ketika saya melihat foto kebersamaan antara habib dengan dua orang teroris dan seorang yang saya tidak kenal yaitu Imam Samudra dan Ali Imron. Foto ini diambil diruang tamu rumah habib Abdurrahman assegaf pada tanggal 17 april 2002.

Bila kita lihat pengambilan foto habib Abdurrahman assegaf dengan para terorisme tersebut tidak jauh jarak tenggang waktunya dengan peristiwa Bom Bali 1 yang terjadi pada tanggal 12 Oktober 2002. jelas sekali dalam hal ini adanya permainan DAJJAL dan kongkalingkong antara penguasa, polri dan habib Abdurrahman assegaf.

Saya menyimpulkan, peran dari habib Abdurrahman assegaf adalah sebagai penguat,penegas statement-statement yang dikeluarkan pihak polri tentang adanya aksi terorisme di Indonesia, padahal yang sebenarnya cuma memanipulasi publik semata seperti yang dikatakan oleh Habib Abdurrahman Assegaf, bahwa untuk dapat meyakinkan publik (masyarakat) bahwa gerakan terorisme benar adanya dan bukan sekedar rekayasa, maka pihak Polri selalu mengorbankan anggotanya,bahkan sampai merenggut nyawa agar terkesan pihak teroris benar-benar memusuhi Polri, karena jika tidak demikian, masyarakat luas sudah mulai mencium adanya gelagat tidak beres di institusi polri yang merekayasa gerakan terorisme.

Demikian pernyataan ustadz abdul syukur yang dapat kami tampilkan diwebsite ini. Berikut dibawah ini adalah foto habib Abdurrahman assegaf bersama dengan teroris yang kami peroleh dari ustadz abdul syukur.

Habib bersama para teroris, ada apa gerangan?

Komentar yang senada atau semirip dengan komentarnya bapak fauzan al-anshari, ustadz ja’far al-badawi dan ustadz abdul syukur, sangat banyak masuk ke email kami (tpfkindonesia@yahoo.com)

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s